Sebuah website yang sudah online pasti memiliki domain dan hosting. Lalu apakah kalian tahu apa itu domain dan hosting?. Di artikel ini kita akan mengulas lebih dalam pengertian hosting dan fungsinya. Simak selengkapnya sekarang juga!
[banner id=”22036″]
Memahami Apa itu Hosting dalam Website
Yang pertama kita bahas yaitu Hosting. Hosting sering disebut juga Web Hosting.
Menurut Wikipedia hosting merupakan salah satu layanan di internet yang menyediakan resource berupa server-server untuk disewakan sehingga individu atau organisasi dapat menempatkan informasi di internet. Informasinya bisa berupa HTTP, FTP, EMAIL, DNS atau lainnya.
Ringkasnya begini … .
Website yang kita miliki adalah sebuah rumah. Untuk membangun rumah kita membutuhkan tanah. Tanah inilah yang kita analagikan sebagai hosting.
Analogi sederhannya :
- Website = Rumah
- Hosting = Tanah
Semakin luas tanah yang kita punya maka semakin leluasa kita membangun rumah sesuai dengan keinginan.
Setelah rumah kita bangun pastinya kita akan mengisinya dengan berbagai benda alias perabot seperti : lemari, kulkas, kasur, kursi, dan lain sebagainya. Maka di websitepun begitu. Jika kita memiliki website jual beli maka hosting digunakan untuk menyimpan file-file seperti : teks, gambar, video dan lainnya.
3 Fungsi Hosting untuk Website
Untuk memperjelas pengertian tentang hosting diatas. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari web hosting. Diantaranya adalah :

1. Tempat penyimpanan data
Fungsi dari hosting yang pertama yaitu sebagai tempat menyimpan data. Semua file dari website yang akan kita onlinekan akan disimpan di hosting. File-file yang dimaksud bisa berupa : teks, gambar, video, audio ataupun file lainnya.
2. Alamat akses data website
Fungsi hosting yang kedua yaitu sebagai akses situs dari DNS tertentu. Contohnya website kita memiliki alamat “inisitus.com”. situs inisitus.com tersebut memiliki nama domain yang telah terdaftar ke sebuah DNS.
Saat kita mengakses website inisitus.com maka server akan menjalankan website tersebut. Tanpa adanya hosting walaupun alamat website atau situs kita sudah terdaftar di DNS, website tidak akan bisa diakses. Biasanya akan memunculkan pesan error.
Atau singkatnya setelah kita memiliki domain maka kita harus memiliki hosting.
3. Menjaga website tetap online
Fungsi hosting yang lainnya yaitu menjaga agar website tetap online 24 jam. Tanpa hosting website kita tidak akan online. Artinya dengan mengaktifkan web hosting website yang kita miliki akan tetap online selama penyedia layanan hosting yang kita gunakan terjaga dengan baik kualitasnya (tidak down servernya atau gangguan lainnya).
3 Jenis Hosting yang Paling Banyak digunakan Saat Ini
Agar website kita online dan bisa diakses oleh orang lain di internet maka kita membutuhkan hosting. Lalu hosting seperti apa yang cocok untuk website kita. Sebelum membeli atau menyewa hosting silahkan pelajari jenis-jenis hosting berikut ini :

1. Shared Hosting
Shared hosting merupakan jenis pilihan hosting yang paling murah. Shared hosting biasanya digunakan untuk pemula yang baru ingin mengonlinekan websitenya.
Website yang biasanya menggunakan shared hosting yaitu blog, portofolio online, dan toko online kecil. Saya sendiri menggunakan shared hosting untuk belajar mengonlinekan website dan mulai membuat blog.
2. Dedicated hosting
Dedicated hosting merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan paket hosting yang menyediakan dedicated server. Artinya sumber daya yang disediakan dikhususkan untuk klien tunggal. Hosting ini biasanya digunakan untuk website wordpress/ blog yang jumlah pengunjungnya sangat besar.
3. VPS hosting
VPS yaitu Virtual Private Server adalah hosting yang menawarkan mesin virtual untuk klien. Konsep ini mirip dengan shared hosting yang mana satu server dapat memiliki beberapa situs web yang berjalan pada server tersebut. Namun setiap akun diperlakukan sebagai mesin sendiri dan sumber daya sendiri yang berdedikasi dengan operating system (OS).
Beberapa Layanan Penyedia Hosting Indonesia
Sudah memilih hosting yang tepat untuk websitemu ? Saatnya menentukan layanan penyedia hosting. Banyak sekali penyedia hosting, mau yang dari Indonesia ataupun luar negeri.
Layanan-layanan tersebut di antaranya :
- Domainesia
- Idcloudhost
- Niagahoster
- dan banyak lagi lainnya
Tips Memilih Layanan Hosting yang Tepat untuk Pemula
Bagi pemula, memilih layanan hosting bisa membingungkan. Supaya tidak salah pilih, berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:
- Sesuaikan dengan kebutuhan website
Kalau kamu hanya membuat blog pribadi atau portofolio, shared hosting sudah cukup. Tapi jika website kamu digunakan untuk toko online dengan banyak pengunjung, pertimbangkan VPS atau dedicated hosting. - Perhatikan kecepatan dan uptime server
Pilih penyedia hosting yang memiliki uptime di atas 99,9%. Semakin stabil server-nya, semakin jarang website kamu down. - Dukungan teknis 24 jam
Hosting dengan layanan support 24/7 sangat penting, terutama bagi pemula yang belum terlalu memahami masalah teknis. - Cek fitur dan harga
Bandingkan fitur yang ditawarkan seperti kapasitas penyimpanan, bandwidth, domain gratis, sertifikat SSL, dan backup otomatis. - Review pengguna lain
Lihat pengalaman orang lain di forum atau media sosial. Ini bisa memberi gambaran nyata apakah penyedia hosting tersebut terpercaya atau tidak.
Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kamu bisa mendapatkan layanan hosting yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.
[banner id=”22036″]
Kesimpulan
Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian hosting dan fungsinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa share ke teman yang lainnya.