Website Statis dan Dinamis : Pengertian, Contoh, dan Perbedaan

Halo semuanya pada tulisan ini badoystudio.com akan membahas website tatis dan website dinamis.

Apa itu Website?

Seperti yang kita tahu website merupakan sebuah halaman yang bisa berisi teks, gambar, video, audio, dokumen, dan lainnya yang bisa diakses melalui browser yang sudah terhubung dengan jaringan internet.

Tahukah kamu kalau menurut teknologinya website di bagi menjadi dua yaitu :

  • Website Statis
  • Website Dinamis

Sekarang kita akan membahas kedua website tersebut.

Kesamaan Website Statis dan Dinamis

website statis dan dinamis
Ilustrasi Website Via teknoweb.id

Namanya juga website, mau website statis dan dinamis keduanya tetap saja memiliki kesamaan yaitu menampilkan atau menyajikan halaman website (bisa satu halaman bahkan lebih) di internet agar user bisa mengaksesnya dengan mudah.

Website Statis

website statis dan dinamis
Contoh website personal yang termasuk ke dalam web statis . Sumber : https://sandiuno.com/

Sekarang kita bahas lebih detail.

Website statis merupakan website yang isi atau konten dari websitenya bersifat statis alias tidak berubah-ubah. Kalaupun diubah biasanya jarang sekali.

Biasanya untuk mengubah website statis kita harus melakukannya secara manual melalui codingan website tersebut.

Jadi, pada website ini tidak ada interaksi sama sekali yang terjadi. Entah itu interaksi pengunjung maupun dari admin website.

Contoh Website Statis

  • Web Company profile yang tidak ada fitur chat dan informasi terbaru setiap harinya bisa termasuk ke dalam website statis.
  • Landing Page yang tidak mengharuskan pengisian form juga bisa termasuk ke dalam contoh website ini

Website Dinamis

website statis dan dinamis
Contoh website berita suara.com yang merupakan salah satu contoh website dinamis.

Website dinamis merupakan website yang kontennya biasanya bersifat dinamis alias bisa berubah-ubah setiap harinya.

Pada website ini biasanya sudah ditanamkan program dengan menggunakan bahasa pemrogrraman tertentu agar website bisa berinteraksi dengan pengunjung.

Seperti :

  • Adanya kolom tanya jawab pada website
  • Adanya form untuk registrasi
  • Adanya fitur untuk chat langsung atau Live Chat
  • Dan fitur-fitur lainnya

Contoh Website Dinamis

Adapun contoh dari website ini yaitu :

  • Website media sosial
  • Website toko online
  • Website berita
  • Website forum
  • Dan lainnya

Perbedaan Websita Statis dan Dinamis

Dari sedikit uraian di atas kita bisa mengambil perbedaan antara website statis dan dinamis yaitu :

No Website Statis Website Dinamis
1 Kontennya itu-itu saja jarang sekali berubah Konten atau isi web selalu berubah-ubah
2 Cukup dibuat menggunakan HTML saja, atau kalau mau lebih bagus tinggal tambah CSS Biasanya dibangun menggunakan bahasa pemrograman tertertu seperti : PHP, Javascript, Ruby, dan lainnya.

Atau jika ingin lebih cepat bisa juga menggunakan framework dan CMS. Untuk framework bisa : laravel, codeigninter, nodejs.

Kalau CMS bisa : WordPress, Magento, dan Pretashop.

3 User tidak bisa berinteraksi. Artinya pengunjung web biasanya hanya melihat-lihat saja User bisa melakukan sesuatu seperti berkomentar, mendaftar, tanya jawab, dan lainnya.
4 Tidak menggunakan database Menggunakan database karena proses update data akan sangat efektif dan efisien.
5 Proses loading lebih cepat. Karena halaman biasanya hanya sedikit dan tidak ada database atau fitur-fitur yang bisa memberatkan server. Proses loading bisa lebih lambat dari web statis, karena meload banyak halaman dan fitur.

 

Penutup

Itulah sedikit penjelasan mengenai website statis dan dinamis. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke temanmu yang lainnya juga.

Sumber gambar utama : Temanmedia.com

Guntoro

Freelancer web and mobile developement, blogger, and teacher.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.